Minggu, Mei 10, 2009

Transisi Demokrasi Indonesia dan Politik Internasional (1)


Oleh IksanHb

Mengenal Indonesia dari luar negeri, ketika saya memperhatikan dan mengikuti proses politik di Amerika sejak tahun 2004 sampai 2009, dimana priode yang paling menarik dalam perpolitikan domestik Amerika maupun pilitik global. Dekade ini sering kali saya sebut dekade transisi demokrasi Amerika, karena tampilnya kekuatan minoritas dengan menggunakan kendaraan partai Demokrat , kemudian menghasilkan pemimpin dari kulit hitam, dimana sebelumnya belum pernah terjadi.

Dengan opini public yang begitu kencang dan kontrofersial menambah situasi seakan ditengah revolusi sedang berjalan ditengah krisi global. Indonesia salah satu objek paling miring dalam situasi ini karena Obama yang pernah tinggal di Indonesia menjadi isu paling populer setelah isu Irak. Serangan dari kubu partai republic sering kali berbau SARA seperti dipertanyakan tetang setatus keagamaan Obama ketika di Indonesia, namun dengan serangan yang berbau SARA tersebut justru memperkuat posisi Obama .

Menjadi sangat menarik pagi masyarakat internasional ketika berbicara negara Indonesia yang mana penduduk paling besar menganut agama Islam, Indonesia sering disebut negara Islam, akan tetapi media independen terus member informasi yang seimbang tentang Indonesia. Keuntungan Indonesia dalam transisi demokrasi ala Amerika ini karena dukungan media dalam memberikan informasi seimbang, salah satunya dari isu miring tentang kapasitas Indonesia dalam moderasi demokrasi dan kebebasan beragama. Diskusi yang sering menarik tentang Indonesia adalah mudah kita jumpai di Universitas luar negeri seperti Amerika yang mempunyai jurusan politik dan yang tertarik dengan hubungan luar negeri. Beberapa poin yang sering muncul tema itu seperti “meskipun Indonesia penduduknya sebagian besar beragama Islam akan tetapi bukan negara Islam bahkan tergolong negara sekuler seperti Turki” dan "Prospek Demokrasi Indonesia ".

Melihat wajah Indonesia sangat mudah ditemukan diseluruh tok-toko buku seluruh dunia bahkan di perpustakaan, baik perpustakaan umum maupun di berbagai lembaga pendidikan. Saya selalu melihat masa depan Indonesia semakin yakin akan kejayaannya. Hampir setiap ke toko buku di Amerika saya tidak lupa membaca buku-buku politik Indonesia termasuk buku biografinya Obama dimana didalamnya memuat Indonesia.

Indonesia yang belakangan ini sering menghiasi berita dunia, bukan karena kejelekannya atau isu-isu yang bias menjadi incaran aktifis HAM namun sebaliknya bahwa Indonesial kini menjadi satu dekade yang dalam istilah demografis, transisi demokrasi berjalan dengan cepat dan berbagai cara menuju negara yang demokratis telah dilakukan. Banyak kalangan yang menyebut bahwa Indonesia sudah masuk dalam percobaan demokrasi yang sangat bagus yang terbesar sejak India menjadi terbesar di dunia demokrasi di 1947 dan sekarang depegang oleh negara Indonesia. Seperti India, Indonesia telah mampu menepis tuduhan miring yang tidak berdasar dan telah menantang kesombongan dunia barat atas klaimnya sebagai negara paling demokratis, hanya bekerja di barat dan terjadi di negara-negara kaya. Indonesia dengan menunjukkan kemampuannya sebagai negara besar - kaya akan keragaman(kebinekaan) bahwa demokrasi mampu tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Yang paling banyak kesan di benak para pengamat politik dan melihat secara langsung saat ini bahwa Indonesia yang mempunya kapasitas pemilih yang bermacam-macam etnik, agama dan juga jumlah penduduk miskin yang masih cukup tinggi secara luas telah menggunakan hak politiknya dengan terlibat langsung membuka ruang kesempatan demokrasi. Antusiasme secara etis – menggantikan posisi Indonesia termasuk negara-negara demokratis diurutan terbesar di dunia; mampu menghindari konflik dan kekerasan antar pengikut; Dan anti kekerasan-toleran dan menolak kekersan poltik termasuk menolak penyalah gunaan kekuasaan dll.

Ada beberapa yang lebih besar jika kemenangan politik mampu menjadikan perubahan yang lebih baik untuk rakyat dan demokratisasi Indonesia.
Tentu saja, tidak ada negara manapun maupun seorangpun yang dapat sungguh-sungguh percaya bahwa demokrasi mampu menghasilkan semuanya baik. Demokrasi tidak menjanjikan untuk menghapus semua atau bahkan sebagian besar masalah-masalah politik dan ekonomi. Apa lagi menuntut sebuah kesempurnaan cita-cita luhur rakyat Indonesia.

Secara umum harapan dan janji-janji demokrasi adalah: (1) kesempatan bagi warga negara untuk terbiasa memilih pemimpin yang mereka percaya mampu mengantarkan kemajuan bangsa, cerdas, mempunya jiwa nasionalisme dan mempunyai integritas yang tinggi; (2) Daulat rakyat dengan memegang kartu dalam setiap kesempatan untuk mengganti pemimpin yang gagal dalam mengatasi masalah dan memajukan negaranya dengan memilih pemimpin baru yang lebih baik, dan (3) impian dan harapan bahwa pemimpin kita terhindar dari penyalah gunaan kekuasaan.

Sebutan kata yang sering kita dengar: demokrasi adalah untuk membuat pemimpin bertanggung jawab (akuntabel). Untuk memastikan, lembaga-lembaga yang demokratis yang dapat memaksa eksekutif dan memberdayakan officeholders untuk menjelaskan/menerangkan, seperti undang-undang peradilan dan komisi anti-korupsi seperti KPK, biasanya memerlukan waktu sangat panjang dan mungkin juga secara cepat dikembangkan.

Ada beberapa kelemahan yang harus kita lihat secara jernih, seperti dalam memfungsikan lembaga demokrasi yang baru dimana kurang digunakan dengan baik . Tetapi lembaga yang membuka ruang demokrasi yang membolehkan warga negara memilih dan memberi pilihannya terhadap pemimpin yang mempunyai kekuatan uang, figure yang diciptakan media saja dan menyingkirkan pemimpin yang bersih tidak seharusnya berkembang di bawah demokrasi; rakyat seharusnya menjaga dan menegaskan demokrasi tanpa kekerasan dan politik uang.

Pertanggungjawaban elite politik maupun elit Penguasa pada pemilih harus dilakukan, demokrasi dinegara yang multicultural seperti Indonesia tidaklah sukar sebetulnya karena rakyat masih sangat kooperatif , tetapi karena elites kita kurang jujur atas pemberian kepercayaannya oleh rakyat sehingga terjadi kerenggangan komunikasi. Situasi seperti ini akan mudah dibelokkan agenda demokratisasi kita terhadap kepentingan pribadi dan kelompok tertentu yang merugikan pemilih itu sendiri dan bangsa Indonesia. Walaupun proses demokratisasi telah dikenalkan pada pemerintahan Abdurrahman Wahid, kemudian dimulainya pemilihan presiden secara langsung pada 2004, akan tetapi proses pendidikan politik tingkat bawah tidak cukup sukses. Secara umum lembaga demokrasi sedikit telah memulihkan pertanggungjawaban elites kepada pemilih meskipun belum sampai pada tingkat bawah, situasi politik nasional menjelang pemilihan presiden pada bulan Juli mendatang telah mengisyaratkan akan adanya perubahan yang tidak cukup besar. Apa lagi hasil perolehan suara signifikan yang diperoleh partai Demokrat sebesar 21% , akan mudah partai berkuasa untuk melakukan apa saja demi mempertahankan perolehan suaranya dalam pemilu legislative yang akan datang. Bergesernya suara parpol dalam pemilu kali ini tidak akan sama hasilnya dalam pemilu 2013, apalagi bangunan koalisi masih pada masalah pembagian kekuasaan ketimbang atas dasar kesamaan visi. Karena itu keseimbangan legislative dan eksekutif menjadi sangat penting untuk mengawal agenda pemerintahan baru hasil PILPRES tahun ini.


Comments :

1
tak sendiri lagi mengatakan...
on 

semoga Indonesia lebih baik lagi dhe..http://aku-berubah.blogspot.com

Links

KOMPAS.com

detiknews

Blog Archive

Jaringan MD


  • Rubrik Elektronik

    1.NOVEE

    2.ADIE

    3.DANIAL ANWAR

    4.MADONG

    5.ANAK LAWANG

    6.ABAH IYUS

    7.ABAH ORIZA

    8.ABDUL

    9.ADHE

    10.ADHIS

    11.AFANDI

    12.AGAZ

    13.AGUNG ANDRI

    14.AHSAN DENBAGUS

    15.ANDHIKA MAPPA

    16.ANDIYAURIE

    17.ANDRA

    18.ANWAR

    19.ARIF

    20.ARIFF

    21.ARTIKEL IT

    22.ARYANTO ABIDIN

    23.ASTOLANI

    24.ATMO

    25.ATOK

    26.BAWOR

    27.BBB

    28.BENNI

    29.BRITA NASIONAL

    30.BERLY

    31.BILAL

    32.SYAWAL

    33.BUNGARAMPAI

    34.CAMEL ZINE

    35.CANGKRUAN

    36.CERITA CINTA

    37.CHANNEL1

    38.JEPARA

    39.DEWA API

    40.DEWI RATIH

    41.DIGHITALIA

    42.DUNIA BUKU

    43.DWI PURW ANTO

    44.DZIKIR ABDI

    45.EDY PRASETYO

    46.EDO SEGARA

    47.EDY SUDRAJAT

    48.EKA

    49.EMBAH BILANG

    50.ESUDRAJAT

    51.FERRLIU

    52.FIR4 MANIS

    53.FRIDA

    54.GANDHI ANWAR

    55.GLOBAL JUSTICE

    56.GREAT AXCESS

    57.GREEN BALI

    58.GURU BASHID

    59.GUSNA

    60.HALFIAN

    61.HANK NUSA

    62.HAYAT DK BADAN

    63.HIMAM

    64.HUKUM TATANEGARA

    65.IJALULU

    66.INDAH RECIPE FOOD

    67.INDRA GUNAWAN

    68.IRUR

    69.ISMAIL

    70.IWAN HAFIDZ ZAINI

    71.IzulCyberCafe

    72.JEFFRY SIREGAR

    73.JENDRAL QI

    74.JOSTOR

    75.KELAT

    76.KEMBANG SETAMAN

    77.KESEHATAN GIGI

    78.KOLOR BOLONG

    79.KOMUNITAS DEMOKRASI

    80.KOMUNITAS SERUIT

    81.LECTURE RESUME

    82.LENTERA

    83.LINTANG IV LAWANG

    84.LP3I MAKASAR

    85.LUCIANO MENDE

    86.M.SAIFUN SALAKIM

    87.MALAIKAT KECIL

    88.MALIKI XP

    89.MAMAVIAN

    90.MARGARET

    91.MASALAH KORUPSI

    92.MENGENAL BUD TERNATE

    93.MUCHI
    94.MUKTI EMIER

    95.MUSICCART7

    96.MUSTHAFA AMIN

    97.MUTHIA ESFAND

    98.MY LOGIC

    99.NANDA

    100.NARAPIDANA IND

    101.NATALUDIN

    102.NEWS

    103.PAS SOCEITY

    104.PECANGKUL

    105.PEND SAMPINGAN

    106.PRIBADI

    107.PRO LIFE

    108.PUAN

    109.QOLBY 80's

    110.RAJA BAHAK

    111.RAGA

    112.REDHA HERDIANTO

    113.RENDY PUTRA

    114.REY

    115.RIZKI EKA PUTRA

    116.ROE

    117.RUANGASA

    118.SAHABATKU

    119.SAIFURRAHMAN

    120.SAKUARA FLORIST

    121.SALEH AWAL

    122.SISWANDI

    123.KLIPING LP NARKOTIKA

    124.LP NARKOTIKA

    125.SMNS

    126.SOELTRA

    127.SOROGAN

    128.STEVEN

    129.SUARA SALATIGA FM

    130.SUGOI STORY

    131.TUKANG KETIK

    132.VIETNAM BLOGGER

    133.WIZURAI

    134.ZAMRUD ONLINE

    135.METHA JOELY

    136.EYANG MOJO

    137.MAILKITA

    138.Nur samsudin

    139.SARANG HAEELLING

    140.FAUZANSIGMA WP

    141.STOP KUBENCISEKOLAH

    142.PARLIN

    143.CINDY

    144.CAKYOUD

    145.ANDRE

    146.ARYANA

    147.HERI

    148.CIVIL ENGINEERUNG

    149.Blitar online

    150.Bengz al quevara

    151.Rotmianto

    152.Jeritan Hati Bowok

    153.Gandhi Anwar

    154.Surya Sejahtera Kediri

    155.Banirisset

    156.Panda Memory

  •  

    Copyright © 2009 by Mimbar Demokrasi