Jumat, September 04, 2009

Bara Century, memanggang sana-sini

oleh : Hery Trianto

Bank Century sudah lebih 9 bulan di-bailout, tapi bara masalahnya justru memanggang para pejabat di Departemen Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan dalam 1 pekan terakhir. Bau ketidakberesan meruap di sana-sini.
Bergegas Gubernur BI Boediono turun dari mobil dinas di lobi gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta. Dia diikuti Deputi Senior Gubernur Miranda Swaray Goeltom dan Deputi Gubernur Siti Ch. Fadjrijah.
Sejumlah pejabat bank sentral dengan level lebih rendah juga turut serta. Ada Direktur Direktorat Humas dan Perencanaan Strategis BI Dyah Makhijani. Kabiro Humas Filianingsing Hendarta malah sempat menenteng termos air panas. "Ini mau camping," candanya.

Filianingsih, malam itu, boleh saja berusaha berkelakar. Kejadian itu sekitar pukul 20.00 WIB, 20 November 2008. Namun, prolog drama yang menegangkan justru telah terjadi beberapa hari sebelumnya, yakni pada 13 November, saat PT Bank Century Tbk dikabarkan gagal kliring dan membatasi penarikan dana nasabah.
Tak berapa lama, sejumlah pejabat Departemen Keuangan, seperti Dirjen Pajak Darmin Nasution, Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani, Ketua Bapepam-LK dan Dirut PT Bank Mandiri Tbk Agus Martowardojo berdatangan. Pemilik Bank Century Robert Tantular, Dirut Hermanus H. Muslim dan Wadirut Hamidy juga telah diundang.
Hujan sejak sore belum sepenuhnya berhenti, saat pukul 20.30, rapat tertutup yang melibatkan para pejabat penting sektor keuangan digelar. Segelintir wartawan yang menunggu mahfum, pasti kondisi Bank Century sudah gawat.
Waktu terus berlalu, tetapi tak ada tanda-tanda rapat selesai. Pemilik dan direksi Bank Century bahkan tak ikut dalam pertemuan itu. Mereka, sebagaimana dikatakan Robert Tantular pada satu kesempatan, dibiarkan menunggu lontang-lantung di ruangan lain. Hamidy tampak beberapa kali keluar untuk merokok.
Bila di luar sisa hujan meninggalkan hawa dingin, tidak demikian halnya dengan di dalam Gedung E Depkeu tempat pertemuan berlangsung. Rapat dipimpin oleh Menkeu Sri Mulyani, yang juga Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Rapat berlangsung panas.
"Semua kata binatang sampai keluar," tutur Darmin, melukiskan betapa alotnya rapat itu, saat sudah menjabat Deputi Gubernur Senior BI, Jumat, pekan lalu.
Dia mengatakan rapat terpecah dalam dua kubu perlu atau tidaknya Bank Century diselamatkan. Semua 'sakit' gara-gara rapat itu, tutur Darmin.
Perundingan alot, belum ada tanda-tanda berakhir walau hari telah berganti dan baru benar-benar berhenti pukul 07.00 keesokan harinya. Dengan alasan berisiko sistemik, pemerintah kemudian memilih menyelamatkan bank yang sudah bermasalah sejak 2005 tersebut.
Syahdan, beberapa pekan setelah pertemuan lintas malam itu, Maryono meminta izin merokok saat mulai menjelaskan kondisi terakhir Bank Century. Mantan petinggi Bank Mandiri itu diserahi tugas memimpin Century sejak diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan. Dari awal Maryono tahu, mengurusi bank yang telah dinyatakan gagal tersebut bukan hal yang mudah.
"Begitu ditunjuk, saya mengumpulkan jajaran manajer ke atas, di situ kami mendapatkan komitmen dukungan untuk memperbaiki bank ini," tuturnya.
Maryono bertutur, periode 3 bulan pertama pemulihan adalah masa survival bagi Bank Century. Dia mengakui telah terjadi penarikan dana yang cukup besar dalam 1 bulan terakhir disertai temuan kredit macet tidak sedikit.
Pernyataan ini terbukti dari hasil audit, hingga akhir 2008, dana pihak ketiga Bank Century tinggal Rp5 triliun, dari sebelumnya di level Rp10 triliun. Maryono berusaha meyakinkan para nasabah, bila Bank Century sekarang berbeda dan dikelola dengan lebih baik.
Perlahan, operasional Bank Century berjalan normal. Mengakhiri Semester I/2009, bank itu sudah membukukan laba bersih Rp139 miliar. Hanya saja kerugian pada 2008 memang tidak kepalang tanggung Rp7,2 triliun.
Rugi sebesar itu meludeskan separuh aset Bank Century yang pada awal 2008 masih mengelola Rp14,25 triliun. Kerugian terjadi umumnya karena pencadangan aset busuk baik surat berharga maupun kredit itu yang menguras duit LPS hingga Rp6,76 triliun.
Jelas dana yang begitu besar itu mengundang pertanyaan besar? Bagaimana bisa terjadi, dan mengapa LPS begitu saja mengucurkan dana bailout hingga 4 kali dengan nilai besar.
"Usulan bank sistemik dari BI. Jadi kemudian dia [BI] datang dengan angka-angka. LPS tidak menghitung lagi karena bank gagal sistemik harus diselamatkan," kilah Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani.
Bisnis lalu menanyakan kepada BI. Menurut Deputi Direktur Pengawasan Bank I BI Hery Krystiana bank sentral tidak bisa memperkirakan nilai kerugian Bank Century sedari awal karena temuan kecurangan terjadi belakangan.
Cek kosong
Setelah diputuskan harus diselamatkan, Bank Century bak cek kosong yang bebas diisi oleh besaran dana berapa pun. Anehnya, tanpa catatan, LPS juga menurut saja ketika BI menyodorkan angka yang berubah dari waktu ke waktu, malah dengan rentang terendah Rp4 triliun-Rp9 triliun, sebelum diambil angka tengah Rp7 triliun.
Ihwal angka yang terus berubah inilah yang konon membuat Menkeu Sri Mulyani meradang kepada para pejabat BI. Namun, semua telah terlambat, karena toh dana cair, yang berarti ia memberi restu dana bailout sesuai yang diminta.
Namun, kesan penyelamatan serampangan tak bisa dihilangkan. Alasan banyak deposito jatuh tempo dan banyak tagihan tidak bisa ditagih dalam waktu bersamaan sangat mencurigakan. Apalagi belakangan diketahui, tak semua aset benar-benar busuk, sehingga terbuka kemungkinan untuk ditagih.
Salah satunya adalah surat berharga di Dresdner Bank senilai US$156 juta yang ternyata dananya masih ada. Belum lagi dengan debitur L/C yang sempat dikira ngemplang ternyata sanggup bayar US$65 juta dan tagiah serupa US$95 juta siap tagih.
Para pengawas BI rupanya mau mudah saja menyehatkan Bank Century dengan begitu saja memvonis suatu tagihan maupun kredit gagal bayar, sehingga bisa dicatatkan sebagai rugi. Itulah salah satu penyebab, biaya bailout membengkak nyaris terkendali.
Bandingkan dengan klaim LPS yang menyatakan bahwa dana pihak ketiga Bank Century layak bayar karena nilainya di bawah maksimum penjaminan Rp2 miliar yang mencapai Rp5,3 triliun dari total dana Rp9,9 triliun ketika pertama kali diambil alih.
Bila bank ini ditutup, maksimum dana yang harus ditalangi LPS adalah Rp5,2 triliun, lebih kecil dari bailout. Hanya karena penilaian sebagai bank sistemiklah, opsi likuidasi tidak diambil.
Darmin juga menjelaskan, keputusan itu diambil dalam konteks krisis global yang terjadi saat itu. "Bisa jadi, kalau ditutup, kerugiannya malah lebih besar..siapa tahu," katanya.
Sumber: BISNIS 03/09/2009


Comments :

2 comments to “Bara Century, memanggang sana-sini”

Iklan Gratis mengatakan...
on 

kasus Bank Century ini sangat besar menelan biaya...
triliunan uang negara akan lenyap untuk mengganti kerugian Bank tersebut...
apakah ini suatu cermin budaya bangsa?
apakah ini suatu kebiasaan yang akan terus berlanjut?

sungguh sangat sulit untuk mencari para pengelola yang jujur dan bertanggung jawab...
klo sudah begini keadaanaannya, rakyatlah yang menjadi tulang punggung negara unrtuk membayar kerugian Bank tersebut....
uang rakyat yang berasal dari pajak, pasti akan mengalir untuk memulihkan kondisi Bank Century tersebut...
apakah ini layak?
sedangkan rakyat masih belum bisa menikmati kemerdekaan secara seutuhnya...

semoga saja kejadian ini bisa menjadi tolak ukur bangsa kita agar suatu saat kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi...
semoga Bangsa kita terhindar dari para pencuri berdasai...

Maju terus Indonesiaku !!!
Iklan Gratis

Banten Tourism mengatakan...
on 

Century oh century... kenapa berlama-lama ya kasus ini..

Links

KOMPAS.com

detiknews

Blog Archive

Jaringan MD


  • Rubrik Elektronik

    1.NOVEE

    2.ADIE

    3.DANIAL ANWAR

    4.MADONG

    5.ANAK LAWANG

    6.ABAH IYUS

    7.ABAH ORIZA

    8.ABDUL

    9.ADHE

    10.ADHIS

    11.AFANDI

    12.AGAZ

    13.AGUNG ANDRI

    14.AHSAN DENBAGUS

    15.ANDHIKA MAPPA

    16.ANDIYAURIE

    17.ANDRA

    18.ANWAR

    19.ARIF

    20.ARIFF

    21.ARTIKEL IT

    22.ARYANTO ABIDIN

    23.ASTOLANI

    24.ATMO

    25.ATOK

    26.BAWOR

    27.BBB

    28.BENNI

    29.BRITA NASIONAL

    30.BERLY

    31.BILAL

    32.SYAWAL

    33.BUNGARAMPAI

    34.CAMEL ZINE

    35.CANGKRUAN

    36.CERITA CINTA

    37.CHANNEL1

    38.JEPARA

    39.DEWA API

    40.DEWI RATIH

    41.DIGHITALIA

    42.DUNIA BUKU

    43.DWI PURW ANTO

    44.DZIKIR ABDI

    45.EDY PRASETYO

    46.EDO SEGARA

    47.EDY SUDRAJAT

    48.EKA

    49.EMBAH BILANG

    50.ESUDRAJAT

    51.FERRLIU

    52.FIR4 MANIS

    53.FRIDA

    54.GANDHI ANWAR

    55.GLOBAL JUSTICE

    56.GREAT AXCESS

    57.GREEN BALI

    58.GURU BASHID

    59.GUSNA

    60.HALFIAN

    61.HANK NUSA

    62.HAYAT DK BADAN

    63.HIMAM

    64.HUKUM TATANEGARA

    65.IJALULU

    66.INDAH RECIPE FOOD

    67.INDRA GUNAWAN

    68.IRUR

    69.ISMAIL

    70.IWAN HAFIDZ ZAINI

    71.IzulCyberCafe

    72.JEFFRY SIREGAR

    73.JENDRAL QI

    74.JOSTOR

    75.KELAT

    76.KEMBANG SETAMAN

    77.KESEHATAN GIGI

    78.KOLOR BOLONG

    79.KOMUNITAS DEMOKRASI

    80.KOMUNITAS SERUIT

    81.LECTURE RESUME

    82.LENTERA

    83.LINTANG IV LAWANG

    84.LP3I MAKASAR

    85.LUCIANO MENDE

    86.M.SAIFUN SALAKIM

    87.MALAIKAT KECIL

    88.MALIKI XP

    89.MAMAVIAN

    90.MARGARET

    91.MASALAH KORUPSI

    92.MENGENAL BUD TERNATE

    93.MUCHI
    94.MUKTI EMIER

    95.MUSICCART7

    96.MUSTHAFA AMIN

    97.MUTHIA ESFAND

    98.MY LOGIC

    99.NANDA

    100.NARAPIDANA IND

    101.NATALUDIN

    102.NEWS

    103.PAS SOCEITY

    104.PECANGKUL

    105.PEND SAMPINGAN

    106.PRIBADI

    107.PRO LIFE

    108.PUAN

    109.QOLBY 80's

    110.RAJA BAHAK

    111.RAGA

    112.REDHA HERDIANTO

    113.RENDY PUTRA

    114.REY

    115.RIZKI EKA PUTRA

    116.ROE

    117.RUANGASA

    118.SAHABATKU

    119.SAIFURRAHMAN

    120.SAKUARA FLORIST

    121.SALEH AWAL

    122.SISWANDI

    123.KLIPING LP NARKOTIKA

    124.LP NARKOTIKA

    125.SMNS

    126.SOELTRA

    127.SOROGAN

    128.STEVEN

    129.SUARA SALATIGA FM

    130.SUGOI STORY

    131.TUKANG KETIK

    132.VIETNAM BLOGGER

    133.WIZURAI

    134.ZAMRUD ONLINE

    135.METHA JOELY

    136.EYANG MOJO

    137.MAILKITA

    138.Nur samsudin

    139.SARANG HAEELLING

    140.FAUZANSIGMA WP

    141.STOP KUBENCISEKOLAH

    142.PARLIN

    143.CINDY

    144.CAKYOUD

    145.ANDRE

    146.ARYANA

    147.HERI

    148.CIVIL ENGINEERUNG

    149.Blitar online

    150.Bengz al quevara

    151.Rotmianto

    152.Jeritan Hati Bowok

    153.Gandhi Anwar

    154.Surya Sejahtera Kediri

    155.Banirisset

    156.Panda Memory

  •  

    Copyright © 2009 by Mimbar Demokrasi