Minggu, Mei 31, 2009

Pesan Gus Mus, Jangan Bawa Tuhan Ke Politik


TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Hingar bingar politik di Indonesia, banyak politikus yang membawa-bawa agama sebagai bemper kiprah politik mereka. Terutama Islam. “Sekarang ini musim politik, semua dipolitisir, Islam masuk politik tetapi berpolitiknya kurang pede (percaya diri), kalau mau berpolitik pakailah ilmu politik, jangan bawa-bawa Tuhan ke politik,” kata Gus Mus, panggilan akrab K.H. Ahamd Mustofa Bisri usai menerima gelar Doctor Honoris Causa dai Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (30/5).

Menurut dia, umat islam merupakan mayoritas bangsa Indonesia, sehingga umat Islamlah yang paling bertanggungjawab terhadap baik-buruknya Indonesia. Yang membuat Indonesia baik atau buruk , menurut dia, tergantung seberapa jauh pemahaman dan penghayatan mereka terhadap keindahan Islam. Islam yang indah bisa menjaga dan mengembalikan keindahan Indonesia.
Ia menambahkan, akhir-akhir ini keindahan islam justru bukan hanya tidak tampak. Tetapi dalam banyak hal menampakkan kebalikannya. Keindahan Islam hanya tampak dalam sila-sila Pancasila tanpa mewujud dalam kehidupan.

“Sila Ketuhanan Yang Maha Esa misalnya, yang seharusnya mampu memerdekakan manusia, tidak mampu lagi membuat manusia melepaskan diri dari belenggu perbudakan materi dan kepentingan diri sendiri. Sehingga, sila-sila pada Pancasila yang lain otomatis tidak bermakna,” kata dia dalam pidato nya.
Gus Mus pun mempertanyakan pandangan umat Islam tentang makna agama, terutama yang berkaitan dengan Tuhan. Jangan-jangan, kata dia, rutinitas keberagamaan umum tanpa disadari telah bergeser pada salah kaprah dalam perilaku keberagamaan. “Agama itu menjadi wasilah (perantara, kendaraan) atau menjadi ghoyah (tujuan),” tanya Gus Mus.

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa kepada KH Ahmad Mustofa Bisri, seorang budayawan dan Kiai asal Rembang, Jawa Tengah. Penganugerahan tersebut atas kiprah dia dalam bidang kebudayaan Islam.

“Dia sangat pantas untuk mendapatkan anugerah Doctor Honoris Causa, ia memiliki pemikiran, kepribadian dan kehidupan yang sama dengan visi UIN,” kata Amin Abdullah, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (30/5).

Kesamaan tersebut, kata Amin, terletak pada pemikiran bagaimana membuat ajaran agama Islam memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan umat. Gus Mus, panggilan akrab Ahmad Mustofa Bisri, berusaha “membumikan” Islam dengan pendekatan budaya. Sehingga nilai-nilai Islam merasuk dan membudaya dalam perilaku masyarakat.

Penganugerahan juga dihadiri oleh para budayawan sepert Emha Ainun Nadjib, D Zawawi Imron, M Sobari dan tokoh seperti M Syafii Maarif, Dien Syamsuddin, M Mahfud MD.

“Gus Mus merupakan sosok yang dapat menerima konsep occidental dan sekaligus tradisional oriental,” kata Amin.

Penganugerahan Doctor Honoris Causa oleh UIN Sunan Kalijaga ini tegolong langka setelah lebih 30 tahun yang lalu saat masih menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri) memberikan gelar tersebut kepada Mufti Syria, Ahmad Badruddin Hasyim.

Usai penganugerahan, Gus Mus merasa sangat senang. Padahal sebelum penganugerahan, pada awalnya ia sempat menolak penganugerahan tersebut, namun setelah panitia menjelaskan penganugerahan tidak hanya karena pribadi Gus Mus, namun juga pada ajaran-ajaran Islam yang disampaikan oleh Gus Mus. Sehingga Gus Mus berkenan menerima anugerah tersebut.

“Ini pertama kali saya memakai toga, saat di Cairo pun tidak memakai toga,” kata Gus
Mus dengan tersenyum. Menurut Gus Mus, orang Islam di Indonesia masih terjebak oleh Fiqih halal dan haram. Namun tidak memahami Islam itu sendiri.

“Islam di Indonesia lebih ke fiqih. Selalu dengar halal-haram, rokok haram, facebook haram. Islam itu tidak hanya halal-haram saja, tapi bagaimana Islam bisa memberi ketenteraman kehidupan manusia," kata Gus Mus

Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dien Syamsuddin menyatakan pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Gus mus sangat tepat. Apalagi selama ini, pengasuh Pondok Pesantren Taman Pelajar Rembang itu banyak memberi warna kebudayaan Islam di tanah air. Untuk konteks kebudayaan di Indonesia, pemikiran-pemikiran, karya dan kiprah Gus Mus sangat nyata dalam mengembangkan warna Islam yang disebut Islam budaya.

"Gus Mus memberi konteks nuansa budaya Islam, meski Islam tidak bisa direduksi atau banyak mendapat embel-embel. Pentingnya penonjolan Islam sebagai manifestasi kultural jadi kenyataan, ada bukti empiris dalam kehidupan masyarakat Indonesia," kata Dien.
MUH SYAIFULLAH


Comments :

2 comments to “Pesan Gus Mus, Jangan Bawa Tuhan Ke Politik”

apiklho mengatakan...
on 

mungkin memang sudah tepat pemberian gelar doktor honoris causa kepada beliau.
Namun, bukankah Tuhan itu pencipta alam semesta. Mengapa Tuhan tidak boleh dibawa2 ke dalam politik?? Saya tidak mengerti alasan beliau. Bisa dijelaskan??

蔥爆牛肉Frank mengatakan...
on 

徵信社,尋人,偵探,偵探社,徵才,私家偵探,徵信,徵信社,徵信公司,抓猴,出軌,背叛,婚姻,劈腿,感情,第三者,婚外情,一夜情,小老婆,外遇,商標,市場調查,公平交易法,抓姦,債務,債務協商,應收帳款,詐欺,監護權,法律諮詢,法律常識,離婚諮詢,錄音,找人,追蹤器,GPS,徵信,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信,徵信社,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信,徵信社,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信,徵信社,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信社

Links

KOMPAS.com

detiknews

Blog Archive

Jaringan MD


  • Rubrik Elektronik

    1.NOVEE

    2.ADIE

    3.DANIAL ANWAR

    4.MADONG

    5.ANAK LAWANG

    6.ABAH IYUS

    7.ABAH ORIZA

    8.ABDUL

    9.ADHE

    10.ADHIS

    11.AFANDI

    12.AGAZ

    13.AGUNG ANDRI

    14.AHSAN DENBAGUS

    15.ANDHIKA MAPPA

    16.ANDIYAURIE

    17.ANDRA

    18.ANWAR

    19.ARIF

    20.ARIFF

    21.ARTIKEL IT

    22.ARYANTO ABIDIN

    23.ASTOLANI

    24.ATMO

    25.ATOK

    26.BAWOR

    27.BBB

    28.BENNI

    29.BRITA NASIONAL

    30.BERLY

    31.BILAL

    32.SYAWAL

    33.BUNGARAMPAI

    34.CAMEL ZINE

    35.CANGKRUAN

    36.CERITA CINTA

    37.CHANNEL1

    38.JEPARA

    39.DEWA API

    40.DEWI RATIH

    41.DIGHITALIA

    42.DUNIA BUKU

    43.DWI PURW ANTO

    44.DZIKIR ABDI

    45.EDY PRASETYO

    46.EDO SEGARA

    47.EDY SUDRAJAT

    48.EKA

    49.EMBAH BILANG

    50.ESUDRAJAT

    51.FERRLIU

    52.FIR4 MANIS

    53.FRIDA

    54.GANDHI ANWAR

    55.GLOBAL JUSTICE

    56.GREAT AXCESS

    57.GREEN BALI

    58.GURU BASHID

    59.GUSNA

    60.HALFIAN

    61.HANK NUSA

    62.HAYAT DK BADAN

    63.HIMAM

    64.HUKUM TATANEGARA

    65.IJALULU

    66.INDAH RECIPE FOOD

    67.INDRA GUNAWAN

    68.IRUR

    69.ISMAIL

    70.IWAN HAFIDZ ZAINI

    71.IzulCyberCafe

    72.JEFFRY SIREGAR

    73.JENDRAL QI

    74.JOSTOR

    75.KELAT

    76.KEMBANG SETAMAN

    77.KESEHATAN GIGI

    78.KOLOR BOLONG

    79.KOMUNITAS DEMOKRASI

    80.KOMUNITAS SERUIT

    81.LECTURE RESUME

    82.LENTERA

    83.LINTANG IV LAWANG

    84.LP3I MAKASAR

    85.LUCIANO MENDE

    86.M.SAIFUN SALAKIM

    87.MALAIKAT KECIL

    88.MALIKI XP

    89.MAMAVIAN

    90.MARGARET

    91.MASALAH KORUPSI

    92.MENGENAL BUD TERNATE

    93.MUCHI
    94.MUKTI EMIER

    95.MUSICCART7

    96.MUSTHAFA AMIN

    97.MUTHIA ESFAND

    98.MY LOGIC

    99.NANDA

    100.NARAPIDANA IND

    101.NATALUDIN

    102.NEWS

    103.PAS SOCEITY

    104.PECANGKUL

    105.PEND SAMPINGAN

    106.PRIBADI

    107.PRO LIFE

    108.PUAN

    109.QOLBY 80's

    110.RAJA BAHAK

    111.RAGA

    112.REDHA HERDIANTO

    113.RENDY PUTRA

    114.REY

    115.RIZKI EKA PUTRA

    116.ROE

    117.RUANGASA

    118.SAHABATKU

    119.SAIFURRAHMAN

    120.SAKUARA FLORIST

    121.SALEH AWAL

    122.SISWANDI

    123.KLIPING LP NARKOTIKA

    124.LP NARKOTIKA

    125.SMNS

    126.SOELTRA

    127.SOROGAN

    128.STEVEN

    129.SUARA SALATIGA FM

    130.SUGOI STORY

    131.TUKANG KETIK

    132.VIETNAM BLOGGER

    133.WIZURAI

    134.ZAMRUD ONLINE

    135.METHA JOELY

    136.EYANG MOJO

    137.MAILKITA

    138.Nur samsudin

    139.SARANG HAEELLING

    140.FAUZANSIGMA WP

    141.STOP KUBENCISEKOLAH

    142.PARLIN

    143.CINDY

    144.CAKYOUD

    145.ANDRE

    146.ARYANA

    147.HERI

    148.CIVIL ENGINEERUNG

    149.Blitar online

    150.Bengz al quevara

    151.Rotmianto

    152.Jeritan Hati Bowok

    153.Gandhi Anwar

    154.Surya Sejahtera Kediri

    155.Banirisset

    156.Panda Memory

  •  

    Copyright © 2009 by Mimbar Demokrasi